|
Aku terlahir seminggu
setelah bulan kemerdekaan tepat 12 ramadhan tahun kabisat waktu
itu di kota yang dipenuhi bunga-bunga(?). Kakakku meninggal sepulang
sekolah TK diseberang stasiun kereta itu yang dekat pasar depan
rumahku. Aku merasa bersalah karena aku tidak ikut sekolah seperti
biasanya hari itu. aku bingung semua orang menangis dan sampai ada
yang pingsan, dan aku semakin bingung dan aku bertanya naifnya ke
pamanku yang menggendong aku waktu itu,"kenapa teteh tidurnya
ditanah?? kan dingin...", pamanku bukannya menjawab malah menangis
semakin keras dan memeluk ku erat-erat. Aku anak dari sebuah keluarga
kecil yang merupakan pembangkang dari sebuah keluarga besar yang
terhormat itu, hahaha mungkin itu juga yang menjadikan aku sekarang
ini, dan memang aku diajarkan untuk menjadi diri sendiri dan jangan
pernah menjilat atau meminta selama kita mampu untuk berdiri sendiri,
itu yang ada dalam otakku hingga sekarang.
Aku kecil didaftarkan
ibuku yang cantik ke sebuah sekolah dekat rumah di belakang rumah
sakit paru-paru itu saat gunung galunggung meletus.ya aku masih
ingat saat aku dikenalkan di kelas baru itu serasa malam menjelang
padahal baru jam 9 pagi saat itu. disana dogma ajaran dan hitungan
'yang baik dan benar' berjejalan saling menindih berebut
masuk ke otak kecil ini, dan ternyata anak baru ini di sebut anak
jahanam oleh guru bahasa indonesianya hanya karena menulis dengan
tangan kiri, hahaha feodalis basi. Ceria sih memang, walau hanya
di pinggiran kota di atas sungai cikapundung hilir dan tepat sebelah
pekuburan umum. Enam tahun aku bolak balik di jalan yang sama untuk
dibersihkan otak tingkat dasar.
Lepas dari sana aku
lanjutkan ke tingkat menengah, dan aku di terima di sekolah tempat
dimana Dr.Douwes Dekker
a.k.a Dr.Setiabudhi dan Ir.Soekarno dan rekan-rekan merumuskan segala
hal mengenai kemerdekaan ketika di tinggal di kota bunga ini. Sekolah
ini dulu disebut Sekolah Ksatrian, sekarang lebih dikenal SMP negeri
1 Bandung. Yang terkadang kujelang dengan berjalan kaki, padahal
jarak antara rumahku di atas sana dan sekolah itu sama dengan jarak
lomba lari terkenal di bali yang mendunia waktu itu. walau dekat
pasar cina, dan bau daging babi segar serta hio santapan hidungku
tiap pagi, tapi disana aku mengenal persamaan dan hak hidup. Di
ksatrian aku menemukan tempat yang kusukai, dan teman-teman yang
menyenangkan. Pojokan sekolah yang dekat kelas terakhirku sebelah
kantin itu, dimana aku temukan karl marx sampai sutardji chalzoum
bachri. Ya perpustakaan sekolahku. Terkadang kuhabiskan berjam-jam
di ruangan dekat bangsal utama itu, hingga guru perpustakaan terkadang
menitipkannya padaku untuk menjaganya. melahap kata-kata dan terkadang
akupun mengumbar kata dan coretan pensil berbentuk. Kecil, kotor,
dan berdebu memang, namun aku suka karena aku penyendiri seperti
ruangan itu. Hahaha sampai suatu hari guru fisika itu memanggilku
bangsat!! hanya karena aku duduk di ruangan sebelah kelasku
itu untuk menghabiskan buku gibran bab terakhir saat dia mengajar...
Tak terasa tiga tahun
aku di ksatrian, dan aku harus terbang ke bandara husein sastranegara,
dan terperangah dengan kemajuan teknologi pembuatan pesawat di iptn,
telingaku di penuhi bising deru pesawat megah dan anggun buatan
pabrik yang ternyata proyek mercu suar habibie, yang membuat pesawat
untuk mengganti beras pinjaman dari negara tetangga...menyedihkan
ternyata. Aku harus terbiasa dengan itu semua karena aku mendapatkan
sekolah di belakang bandara itu. dengan nomer sekolah yang menurut
orang orang angka yang baik, 9. Hahaha beruntungnya aku apabila
semua itu benar. tapi ternyata isinya sama saja pembualan dogma
dan pembalikan sejarah berulang-ulang dan hitungan-hitungan kosong
selama 3 tahun lamanya, kembali menjejali otak kecil ini. Tapi diluar
kelas aku temukan dunia yang baru, dunia yang aku sukai selain kata
dan gambar. Aku masuk SHAWARAGA sebuah kelompok pelajar
pencinta alam di sekolahku. disana aku mendapatkan duniaku dimana
persamaan kebersamaan terasa kental tak mengenal usia ras agama
dan tetek bengek lainnya. kita sama satu keluarga. Disana juga aku
mendalami susunan kata-kata karena setiap perjalanan yang kulakukan
harus di presentasikan didepan seluruh anggota. Kudapatkan sebagian
kata-kata dan gambar saat menyendiri di hutan tak berujung pangkal,
yang ada hanya aku dan pikiranku, itu yang kusuka.
Tiga tahun lagi tak
terasa berlalu begitu saja, aku harus berpisah dengan karibku yang
melanjutkan 'jenjang pendidikan' sesuai pilihan masing-masing. Sekolah
yang populer itu adalah yang paling bagus, dan itu masih memuakan
pikiranku hingga aku mendaftar kesana dan...gagal!! hahaha mungkin
otakku tak cukup untuk masuk sana, apa uangnya yang tak cukup??
ah tak taulah. Aku di terima disekolah tinggi desain pertama di
kota bunga ini. opspek? hahaha dagelan penindasan paling rapi yang
pernah kujalani, pantas negara ini seperti ini karena sistemnya
ya sama..sistem balas dendam seperti di opspek itu. Aku masuk jurusan
desain grafis yang terpaksa harus kutinggalkan di tahun ketiga,
hanya karena aku memukul dosenku yang selalu memberi nilai kecil
pada pelajarannya yang harus ku ambil hanya karena masalah pribadi.
hahaha jenis penindasan baru dan tak terlihat namun terasa sekali
menyengat yang harus aku lawan.
Aku harus mengais rupiah
untuk jalani hidupku sendiri disela melanjutkan sekolahku disebuah
sekolah komputer setelah aku ditendang dari sekolah desain itu,
karena aku keluar dari rumah maka aku bekerja sambilan menggambar
dan segala yang aku bisa. aku mengerjakan cover kaset dan cd untuk
teman-teman band yang mencoba menyuarakan apa yang sesungguhnya
mereka rasakan yang lugas dan terkadang terdengar kejam, tapi itulah
kenyataannya. Dari teman-teman pula aku menemukan semua yang aku
cari selama ini, buku-buku dan diskusi-diskusi mengenai hidup dan
segalanya. Mungkin sebagian orang memandangku kiri....ya memang
kenyataannya aku kidal, hahaha. Aku bisa mengerjakan desain grafis,
networking komputer, LAN, WAN, web art and maintenance. Beberapa
program yang aku kuasai adobe photoshop, imageready,dan freehand,
java scripting dan html scripting , windows, dan MacOs, macromedia
dreamweaver dan flash serta swish, sedang belajar php dan cgi scripting
dan juga linux dan aku sangat suka bekerja sama dalam kelompok karena
disana aku bisa bebas berkarya sesuai kemampuanku dan kita dapat
saling mengoreksi.
Aku
kini bekerja sebagai designer grafis dan web freelance, aha kembali
ke akarmu luk! setelah bergelut sekian lama dengan perusahaan-perusahaan
dan segala tetek bengeknya itu. setelah bergulat dengan ketidak
pastian dari hasil kompromi untuk diriku sendiri. ya ternyata manusia
itu harus bisa berkompromi dengan kemauannya sendiri, agar bisa
menjadi dirinya sendiri dan mendapatkan selembar uang kertas...anjing!
sebuah Tuhan baru telah lahir! namanya W A N G. tatanan hidup
ini sudah berubah total kawan. sekarang aku berusaha mengembalikan
aku pada kemauanku dengan mengubah sedikit demi sedikit apa yang
aku hadapi dalam setiap langkah kedepan yang aku temui.
Itu sekelumit tentang
aku, panggil saja aku luka itu
sudah lebih dari cukup. sekarang tinggal di kota yang mempunyai 2 matahari penuh dengan
debur ombak dan serbuk-serbuk jamur, dan aku masih betah disini walaupun tak punya rumah sendiri.
Menghubungi aku? email saja ke nama@akuluka.net
-dedicated
for whoever you are that ever shared every bit of your pain with
me...thank you- |