| kembali| badanluka | mulutluka | tanganluka | kataluka | temanluka | bukuluka | |

 

 

 

[ b a d a n l u k a ]

 

ketika manusia berlari mengais segalanya dari bawah....apakah itu hina?

karena mata tangan hati dan isi kepala itu sama saja....

seperti liang dubur kita yang selalu mengeluarkan kentut

tapi keluarnya dari mulut basimu itu......

 

Aku terlahir seminggu setelah bulan kemerdekaan tepat 12 ramadhan tahun kabisat waktu itu di kota yang dipenuhi bunga-bunga(?). Kakakku meninggal sepulang sekolah TK diseberang stasiun kereta itu yang dekat pasar depan rumahku. Aku merasa bersalah karena aku tidak ikut sekolah seperti biasanya hari itu. aku bingung semua orang menangis dan sampai ada yang pingsan, dan aku semakin bingung dan aku bertanya naifnya ke pamanku yang menggendong aku waktu itu,"kenapa teteh tidurnya ditanah?? kan dingin...", pamanku bukannya menjawab malah menangis semakin keras dan memeluk ku erat-erat. Aku anak dari sebuah keluarga kecil yang merupakan pembangkang dari sebuah keluarga besar yang terhormat itu, hahaha mungkin itu juga yang menjadikan aku sekarang ini, dan memang aku diajarkan untuk menjadi diri sendiri dan jangan pernah menjilat atau meminta selama kita mampu untuk berdiri sendiri, itu yang ada dalam otakku hingga sekarang.

Aku kecil didaftarkan ibuku yang cantik ke sebuah sekolah dekat rumah di belakang rumah sakit paru-paru itu saat gunung galunggung meletus.ya aku masih ingat saat aku dikenalkan di kelas baru itu serasa malam menjelang padahal baru jam 9 pagi saat itu. disana dogma ajaran dan hitungan 'yang baik dan benar' berjejalan saling menindih berebut masuk ke otak kecil ini, dan ternyata anak baru ini di sebut anak jahanam oleh guru bahasa indonesianya hanya karena menulis dengan tangan kiri, hahaha feodalis basi. Ceria sih memang, walau hanya di pinggiran kota di atas sungai cikapundung hilir dan tepat sebelah pekuburan umum. Enam tahun aku bolak balik di jalan yang sama untuk dibersihkan otak tingkat dasar.

Lepas dari sana aku lanjutkan ke tingkat menengah, dan aku di terima di sekolah tempat dimana Dr.Douwes Dekker a.k.a Dr.Setiabudhi dan Ir.Soekarno dan rekan-rekan merumuskan segala hal mengenai kemerdekaan ketika di tinggal di kota bunga ini. Sekolah ini dulu disebut Sekolah Ksatrian, sekarang lebih dikenal SMP negeri 1 Bandung. Yang terkadang kujelang dengan berjalan kaki, padahal jarak antara rumahku di atas sana dan sekolah itu sama dengan jarak lomba lari terkenal di bali yang mendunia waktu itu. walau dekat pasar cina, dan bau daging babi segar serta hio santapan hidungku tiap pagi, tapi disana aku mengenal persamaan dan hak hidup. Di ksatrian aku menemukan tempat yang kusukai, dan teman-teman yang menyenangkan. Pojokan sekolah yang dekat kelas terakhirku sebelah kantin itu, dimana aku temukan karl marx sampai sutardji chalzoum bachri. Ya perpustakaan sekolahku. Terkadang kuhabiskan berjam-jam di ruangan dekat bangsal utama itu, hingga guru perpustakaan terkadang menitipkannya padaku untuk menjaganya. melahap kata-kata dan terkadang akupun mengumbar kata dan coretan pensil berbentuk. Kecil, kotor, dan berdebu memang, namun aku suka karena aku penyendiri seperti ruangan itu. Hahaha sampai suatu hari guru fisika itu memanggilku bangsat!! hanya karena aku duduk di ruangan sebelah kelasku itu untuk menghabiskan buku gibran bab terakhir saat dia mengajar...

Tak terasa tiga tahun aku di ksatrian, dan aku harus terbang ke bandara husein sastranegara, dan terperangah dengan kemajuan teknologi pembuatan pesawat di iptn, telingaku di penuhi bising deru pesawat megah dan anggun buatan pabrik yang ternyata proyek mercu suar habibie, yang membuat pesawat untuk mengganti beras pinjaman dari negara tetangga...menyedihkan ternyata. Aku harus terbiasa dengan itu semua karena aku mendapatkan sekolah di belakang bandara itu. dengan nomer sekolah yang menurut orang orang angka yang baik, 9. Hahaha beruntungnya aku apabila semua itu benar. tapi ternyata isinya sama saja pembualan dogma dan pembalikan sejarah berulang-ulang dan hitungan-hitungan kosong selama 3 tahun lamanya, kembali menjejali otak kecil ini. Tapi diluar kelas aku temukan dunia yang baru, dunia yang aku sukai selain kata dan gambar. Aku masuk SHAWARAGA sebuah kelompok pelajar pencinta alam di sekolahku. disana aku mendapatkan duniaku dimana persamaan kebersamaan terasa kental tak mengenal usia ras agama dan tetek bengek lainnya. kita sama satu keluarga. Disana juga aku mendalami susunan kata-kata karena setiap perjalanan yang kulakukan harus di presentasikan didepan seluruh anggota. Kudapatkan sebagian kata-kata dan gambar saat menyendiri di hutan tak berujung pangkal, yang ada hanya aku dan pikiranku, itu yang kusuka.

Tiga tahun lagi tak terasa berlalu begitu saja, aku harus berpisah dengan karibku yang melanjutkan 'jenjang pendidikan' sesuai pilihan masing-masing. Sekolah yang populer itu adalah yang paling bagus, dan itu masih memuakan pikiranku hingga aku mendaftar kesana dan...gagal!! hahaha mungkin otakku tak cukup untuk masuk sana, apa uangnya yang tak cukup?? ah tak taulah. Aku di terima disekolah tinggi desain pertama di kota bunga ini. opspek? hahaha dagelan penindasan paling rapi yang pernah kujalani, pantas negara ini seperti ini karena sistemnya ya sama..sistem balas dendam seperti di opspek itu. Aku masuk jurusan desain grafis yang terpaksa harus kutinggalkan di tahun ketiga, hanya karena aku memukul dosenku yang selalu memberi nilai kecil pada pelajarannya yang harus ku ambil hanya karena masalah pribadi. hahaha jenis penindasan baru dan tak terlihat namun terasa sekali menyengat yang harus aku lawan.

Aku harus mengais rupiah untuk jalani hidupku sendiri disela melanjutkan sekolahku disebuah sekolah komputer setelah aku ditendang dari sekolah desain itu, karena aku keluar dari rumah maka aku bekerja sambilan menggambar dan segala yang aku bisa. aku mengerjakan cover kaset dan cd untuk teman-teman band yang mencoba menyuarakan apa yang sesungguhnya mereka rasakan yang lugas dan terkadang terdengar kejam, tapi itulah kenyataannya. Dari teman-teman pula aku menemukan semua yang aku cari selama ini, buku-buku dan diskusi-diskusi mengenai hidup dan segalanya. Mungkin sebagian orang memandangku kiri....ya memang kenyataannya aku kidal, hahaha. Aku bisa mengerjakan desain grafis, networking komputer, LAN, WAN, web art and maintenance. Beberapa program yang aku kuasai adobe photoshop, imageready,dan freehand, java scripting dan html scripting , windows, dan MacOs, macromedia dreamweaver dan flash serta swish, sedang belajar php dan cgi scripting dan juga linux dan aku sangat suka bekerja sama dalam kelompok karena disana aku bisa bebas berkarya sesuai kemampuanku dan kita dapat saling mengoreksi.

Aku kini bekerja sebagai designer grafis dan web freelance, aha kembali ke akarmu luk! setelah bergelut sekian lama dengan perusahaan-perusahaan dan segala tetek bengeknya itu. setelah bergulat dengan ketidak pastian dari hasil kompromi untuk diriku sendiri. ya ternyata manusia itu harus bisa berkompromi dengan kemauannya sendiri, agar bisa menjadi dirinya sendiri dan mendapatkan selembar uang kertas...anjing! sebuah Tuhan baru telah lahir! namanya W A N G. tatanan hidup ini sudah berubah total kawan. sekarang aku berusaha mengembalikan aku pada kemauanku dengan mengubah sedikit demi sedikit apa yang aku hadapi dalam setiap langkah kedepan yang aku temui.

Itu sekelumit tentang aku, panggil saja aku luka itu sudah lebih dari cukup. sekarang tinggal di kota yang mempunyai 2 matahari penuh dengan debur ombak dan serbuk-serbuk jamur, dan aku masih betah disini walaupun tak punya rumah sendiri. Menghubungi aku? email saja ke nama@akuluka.net

-dedicated for whoever you are that ever shared every bit of your pain with me...thank you-